Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami bahwa latar belakang kehidupan tidak menentukan nilai diri maupun potensi yang dimiliki. Setiap anak memiliki keunikan, kelebihan, dan kesempatan untuk berkembang. Untuk mendukung tujuan tersebut, kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi kepercayaan diri, pengerjaan lembar kerja worksheet, diskusi kelompok, permainan edukatif, serta penyusunan afirmasi diri (self-affirmation).

Berbagai aktivitas tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengenali kelebihan diri, mengungkapkan pikiran dan perasaan, serta membangun pandangan yang lebih positif terhadap diri sendiri. Melalui afirmasi seperti “Aku berharga” dan “Aku memiliki kelebihan”, anak-anak diajak menyadari bahwa mereka layak dihargai dan memiliki potensi untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun keberanian, penerimaan diri, dan keyakinan terhadap kemampuan mereka.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap kesejahteraan psikologis anak dan SDGs 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran nonformal yang mengembangkan keterampilan sosial-emosional; serta SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan mendorong terciptanya kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk berkembang tanpa stigma atau diskriminasi berdasarkan latar belakang kehidupannya.

Kedepannya, Fakultas Psikologi USU berharap kegiatan psikoedukasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pengelola panti asuhan dan para mitra dari instansi terkait. Melalui kegiatan “Bangga Jadi Aku”, Fakultas Psikologi USU menegaskan komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak agar menjadi pribadi yang lebih percaya diri, tangguh, dan optimis dalam menghadapi masa depan.