Dr. Liza Marini, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan pesan agar para calon psikolog senantiasa menjunjung tinggi etika profesi. "Jadilah psikolog yang memegang teguh etika dan kode etik psikologi, teguh etika dan membantu banyak orang," tegasnya. Menurutnya, integritas dan komitmen pada Kode Etik Psikologi Indonesia merupakan landasan utama agar layanan psikologi dapat diberikan secara bertanggung jawab, menghormati martabat, serta menjaga kesejahteraan setiap individu.

Senada dengan hal tersebut, Ika Sari Dewi, S.Psi., M.Pd., Psikolog, menekankan pentingnya menjaga karakter dan kebahagiaan diri sendiri. Beliau berpesan, "Tetaplah menjadi pribadi yang memiliki dan menjaga INTEGRITAS dan jangan lupa BAHAGIA." Pesan ini mengingatkan bahwa sebelum membantu dan membahagiakan orang lain, seorang calon psikolog juga harus mampu menjaga integritas pribadi serta kesehatan mental dan kebahagiaan dirinya sendiri.

Sementara itu, Rodiatul Hasanah Siregar, S.Psi., M.Si., menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara penguasaan akademis dan kesiapan mental. Beliau berpesan, "Kuasai teori, siapkan mental yang sehat." Pemahaman teori yang mendalam menjadi fondasi utama kompetensi profesional, sedangkan mental yang sehat merupakan modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan dan dinamika selama proses pendidikan maupun dalam praktik pelayanan psikologi.

Melengkapi pesan-pesan tersebut, Eka Ervika, S.Psi., M.Si., mengajak para calon psikolog untuk senantiasa berorientasi pada kemanfaatan sosial. "Jadilah pribadi yang selalu menebar MANFAAT di mana pun berada," ungkapnya. Pesan ini mempertegas eksistensi profesi psikologi sebagai sarana pengabdian yang memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat luas.

Pesan-pesan inspiratif ini menegaskan bahwa perjalanan menjadi seorang psikolog membutuhkan proses belajar yang berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan keterampilan medis/akademis, tetapi juga harus membangun kesadaran diri, mengembangkan empati, serta menjaga kesehatan mental pribadi secara seimbang.
Hal ini juga relevan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), melalui penekanan pada penguasaan ilmu pengetahuan, pengembangan kompetensi, dan pembelajaran berkelanjutan. Pendidikan calon psikolog yang berkualitas diharapkan dapat menghasilkan tenaga profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya secara etis dan bertanggung jawab.
Melalui pesan ini, Fakultas Psikologi USU terus berkomitmen mendidik dan mencetak generasi calon psikolog yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh, beretika, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.