Penempatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata alumni Fakultas Psikologi USU dalam mengembangkan pengabdian di bidang psikologi, khususnya untuk memperluas akses layanan psikologis bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kehadiran relawan psikolog di Pulau Mentawai diharapkan dapat mendukung peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental serta mendorong kesejahteraan psikologis melalui layanan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Program “Psikologi untuk Negeri di Wilayah 3T” juga menjadi wujud peran psikolog dalam menghadirkan ilmu dan praktik psikologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Melalui pengabdian ini, kompetensi profesional yang diperoleh selama pendidikan dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung masyarakat, sekaligus memperkuat peran psikologi dalam menjawab berbagai kebutuhan kesehatan mental di Indonesia.

Kontribusi Andre Hanedi Parlindungan Hasugian dan Maulida Quratu Ai’ny Siregar sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being), yang bertujuan menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua orang pada segala usia. Upaya memperluas akses terhadap dukungan psikologis merupakan bagian penting dari perhatian terhadap kesehatan secara menyeluruh, termasuk kesehatan mental.

Fakultas Psikologi USU berharap pengabdian ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Pulau Mentawai serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni untuk terus mengembangkan kompetensi, kepedulian sosial, dan tanggung jawab profesional. Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen insan psikologi untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan sejahtera.

Selamat dan sukses kepada Andre Hanedi Parlindungan Hasugian dan Maulida Quratu Ai’ny Siregar. Semoga pengabdian yang dilakukan menjadi kontribusi bermakna bagi masyarakat serta membawa semangat psikologi yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.