Universitas Sumatera Utara, Medan – Peredaran dan penyalahgunaan narkoba masih
menjadi ancaman serius bagi remaja, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap
pengaruh lingkungan. Menyadari kondisi ini, tim mahasiswa Universitas Sumatera Utara
(USU) menggagas sebuah inovasi pendidikan berbentuk Modul Eksperimen Hangtara
Puppet. Modul ini dirancang untuk memperkuat self-efficacy remaja, yakni keyakinan diri
dalam mengambil keputusan yang sehat dan berani menolak ajakan negatif.

Hangtara Puppet dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan
mengadaptasi Terapi Puppet Nusantara, suatu pendekatan yang menggabungkan
restrukturisasi kognitif dan psikodrama miniatur. Dalam pelaksanaannya, boneka tokoh
budaya Hang Tuah dijadikan media simbolis untuk menyampaikan pesan, sekaligus
membimbing peserta dalam mengekspresikan konflik batin serta mencari alternatif
penyelesaian masalah secara konstruktif.

Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 02 Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, dengan
melibatkan sekitar 15 siswa berusia 13–15 tahun yang dipilih berdasarkan hasil screening
tingkat self-efficacy. Selama empat pertemuan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan
terstruktur, mulai dari pre-test, pengenalan kisah Hang Tuah, hingga tiga sesi psikodrama
dengan tema menghadapi kesulitan, berani berkata tidak terhadap narkoba, serta
membayangkan diri di masa depan. Setiap sesi disusun dalam tiga tahap utama: warm up,
action, dan sharing. Sehingga siswa tidak hanya berperan pasif sebagai pendengar, tetapi juga
aktif dalam bermain peran, berefleksi, dan mendiskusikan solusi.

Boneka Hang Tuah hadir sebagai tokoh pendamping yang melambangkan kebijaksanaan,
keberanian, dan integritas. Sosok ini membantu siswa membangun rasa percaya diri, belajar
menolak tekanan teman sebaya, serta memahami bahwa keputusan sehat merupakan bentuk
keberanian sejati. Melalui teknik psikodrama seperti role reversal, mirror, dan future
projection, peserta diajak untuk meninjau ulang pengalaman pribadi, memproyeksikan
cita-cita, sekaligus menemukan strategi adaptif menghadapi tantangan hidup.

Tim pengembang berharap, Modul Eksperimen Hangtara Puppet tidak hanya menjadi sarana
pencegahan penyalahgunaan narkoba, tetapi juga mampu menanamkan nilai karakter berbasis
budaya lokal. Dengan meneladani kisah Hang Tuah, remaja diharapkan tumbuh menjadi
pribadi yang lebih kritis, tangguh, dan mandiri dalam menghadapi godaan maupun tekanan
sosial.