Buku yang diterbitkan oleh Prenada Media ini kembali hadir pada September 2026 dalam Cetakan II, Edisi Revisi dengan jumlah 192 halaman. Buku tersebut menghadirkan pembahasan mengenai keterkaitan psikologi dan budaya dalam memahami cara manusia berpikir, merasakan, serta berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Melalui perspektif psikologi yang dipadukan dengan konteks budaya dan kearifan lokal Sumatera Utara, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa perilaku manusia tidak berdiri sendiri. Norma, nilai, tradisi, serta lingkungan sosial turut berkontribusi dalam membentuk identitas, cara pandang, dan pengalaman psikologis seseor
Buku yang diterbitkan oleh Prenada Media ini kembali hadir pada September 2026 dalam Cetakan II, Edisi Revisi dengan jumlah 192 halaman. Buku tersebut menghadirkan pembahasan mengenai keterkaitan psikologi dan budaya dalam memahami cara manusia berpikir, merasakan, serta berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Melalui perspektif psikologi yang dipadukan dengan konteks budaya dan kearifan lokal Sumatera Utara, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa perilaku manusia tidak berdiri sendiri. Norma, nilai, tradisi, serta lingkungan sosial turut berkontribusi dalam membentuk identitas, cara pandang, dan pengalaman psikologis seseorang.
Pembahasan dalam buku disajikan dengan pendekatan yang mendalam namun tetap komunikatif. Berbagai fenomena psikologis yang dekat dengan kehidupan masyarakat dikaji dengan mempertimbangkan hubungan antara kearifan lokal dan perubahan sosial akibat perkembangan modernitas. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi pembaca untuk melihat kompleksitas perilaku manusia secara lebih kontekstual. Kehadiran edisi revisi ini juga memperkuat posisi buku sebagai salah satu sumber referensi bagi pembaca yang ingin mendalami hubungan antara psikologi dan budaya.
Penerbitan buku ini turut mendukung penguatan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan sumber pengetahuan yang mendukung proses pembelajaran dan pengembangan wawasan akademik. Pengintegrasian perspektif psikologi dengan kearifan lokal juga dapat memperkaya proses pembelajaran agar semakin relevan dengan realitas masyarakat Indonesia. Dengan mengangkat kearifan lokal Sumatera Utara sebagai bagian dari pembahasan, buku Psikologi dan Budaya menunjukkan pentingnya melihat manusia secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek individual, tetapi juga dari lingkungan sosial dan budaya yang membentuk kehidupannya.
Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi yang memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi dan budaya sekaligus mendorong pembaca untuk semakin memahami keberagaman manusia serta menerapkan perspektif psikologi secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.
