MENINGKATKAN KEYAKINAN AKAN KEMAMPUAN DIRI PADA ANAK PANTI ASUHAN “Evangeline Booth”

Medan. 17/4/2017. Masih menjadi bagian dari kegiatan intervensi social kali ini tim mahasiswa melakukan intervensi social  di Panti Asuhan “Evangeline Booth” merupakan salah satu lembaga perlindungan anak yang berfungsi secara sosial memberikan pelayanan sosial terhadap anak-anak yang tidak mendapatkan haknya sebagai semestinya seorang anak. Panti asuhan ini memiliki anak asuhan sebanyak 76 anak yang terdiri dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi. Dalam hal ini, fokus utama intervensi penelitian ini terletak pada anak dengan tingkat jenjang pendidikan SD yang berjumlah 12 orang. Pada umumnya, anak-anak masuk ke panti asuhan ini disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga yang kurang mampu.

Bagi anak yang hidup di panti, mendapat ejekan dari teman sekolah bukan hal yang asing. Keterbatasan ekonomi, hidup dipanti, kekurangan perhatian dari orang tua mempengaruhi self effcicacy mereka. Bandura (dalam Schultz, 2005) menyatakan self efficacy adalah perasaan individu akan kemampuannya mengerjakan suatu tugas tertentu Anak-anak yang cenderung memiliki self efficacy yang rendah biasanya akan mengalami hambatan dalam penyesuaian diri di lingkungan social (Rahma, 2011). Adapun ciri-cirinya anak yang memiliki self efficacy rendah adalah cenderung akan menjauhi tugas-tugas yang sulit dan menganggap bahwa tugas tersebut sebagai ancaman bagi mereka. individu dengan self efficacy rendah kurang memiliki aspirasi serta komitmen yang rendah dalam mencapai tujuan.

panti

Salah satu cara dalam meningkatkan self efficacy seseorang dapat dilakukan melalui dukungan yang didapat dari orang-orang sekitar seperti orang tua, keluarga, teman, rekan kerja dan sebagainya. Seperti halnya penelitian yang dilakukan oleh Wilujeng Nur Pratiwi (dalam Kholid, 2015) yang mana menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan positif antara dukungan sosial keluarga dengan self efficacy, yang mana semakin tinggi dukungan sosial keluarga maka semakin tinggi self efficacy anak, begitu pula sebaliknya.

panti2

Intervensi untuk meningkatkan self-efficacy anak-anak SD Panti Asuhan EvAine Booth dilakukan dengan memberikan dukungan sosial dalam bentuk emosional, penghargaan, instrumental, dan informasi. Dukungan emosional dengan cara memberikan kasih sayang seperti belaian, pelukan, dan mendengarkan curahan hati mereka. dukungan penghargaan diberikan dengan cara memberikan kata-kata positif tentang diri mereka, bahwa mereka mampu ketika membuat prakarya, kuis, mengerjakan tugas, dan saat mampu memahami materi bimbingan belajar. Dukungan instrumental diberikan dengan cara menyediakan peralatan yang menunjang pembelajaran mereka seperti pulpen, krayon, dan tempat pensil. Selain itu, dukungan instrumental juga diberikan dengan cara mengajari anak-anak melalui program bimbingan belajar. Dukungan informasi diberikan dengan cara memberikan arahan bagaimana cara belajar yang baik, memberikan nasehat untuk rajin belajar dan tidak mencontek saat ujian maupun mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru sekolah, serta nasehat agar mengasihi teman-teman seperti saudara sendiri dan kakak-kakak di panti seperti orangtua sendiri, dan agar mereka rajin berdoa agar Tuhan selalu menyertai mereka, mendoakan keluarga yang jauh dari mereka, juga orang-orang yang ada di panti yang telah mereka anggap keluarga sendiri.

panti3

Pemberian dukungan sosial dilaksanakan selama tiga bulan, dengan intensitas kunjungan dua kali seminggu. Selain pemberian dukungan sosial terhadap anak-anak SD, kakak-kakak SMP di Panti Asuhan EvAine Booth juga diberikan pelatihan sebagai agen untuk meneruskan pemberian dukungan sosial terhadap adik-adik SD. Setelah kelompok selesai melakukan kunjungan (intervensi), diharapkan kakak-kakak SMP dapat menjadi agen untuk memberikan dukungan emosional, penghargaan dan informasi.

panti4

Kegiatan intervensi dilakukan dengan cara permainan, membimbing belajar, membantu pembuatan prakarya, kegiatan curhat dsbnya. Jumlah anak yang terlibat dalam kegiatan intervensi ada sebanyak 13 orang yang berpendidikan SD dengan rentang usia 6-11 tahun. Jangka waktu pelaksanaan intervensi yaitu selama tiga bulan, tepatnya pada bulan Oktober, Nvember, Desember. Untuk mengukur perubahan kelompok mengukur perubahan perilaku anak-anak dengan cara observasi.

Melalui diagram terlihat bahwa terjadi peningkatan skor yang signifikan pada grafik, grafik biru menujukkan skor pre test dan grafik merah menunjukkan post test. Dari hasil disimpulkan bahwa terdapat peningkatan self efficacy pada anak SD Panti Asuhan Evangeline Booth sebagai hasil pemberian dukungan sosial.

Dengan demikian perhatian, bimbingan dari orang sekitar ternyata mampu meningkatkan keyakinan anak-anak panti akan kemampuannya dalam mengerjakan satu tugas. Jika hal ini dilakukan secara intensif maka diprediksi anak panti juga akan mampu bersosialisasi dengna baik di lingkungan social yang lebih luas.

panti5

 

panti6