Kegiatan Intervensi Sosial Mahasiswa di Panti Asuhan Sindoro Medan

Medan, 17/04/2017.Setiap tahun kegiatan pengabdian masyarakat tetap dilakukan oleh mahasiswa fakultas Psikologi, sebagai bagian dari kegiatan mata kuliah intervensi social.  Ada beberapa kelompok mahasiswa yang diterjunkan ke masyarakat dengan tujuan agar mereka semakin peka dengan masalah di masyarakat dan menumbuhkan semangat untuk berbagi.  Tugas dari dosen adalah melakukan pendampingan agar kegiatan ini berjalan dengan baik dan sasaran intervensi juga bisa dirasakan bermanfaat oleh masyarakat pengguna. Kali ini mahasiswa bekerja sama dengan KOPECIDA (Komunitas Pemuda Cinta Damai Anak Indonesia) .

Kopercida ini merupakan suatu komunitas sosial yang beranggotakan pemuda-pemudi dari kota Medan yang memiliki semangat nasionalisme tinggi untuk menciptakan perubahan bagi masyarakat dilingkungan sekitar. KOPECIDA memiliki visi untuk meningkatkan minat baca dan menumbuhkan sikap toleransi terhadap pendidikan anak usia dini serta meningkatkan sikap kepemimpinan anak muda Indonesia. Dalam rangka melaksanakan visi dalam menumbuhkan sikap toleransi terhadap pendidikan anak usia dini,

1Program kerja KC (KOPECIDA Class)

KOPECIDA menjalankan salah satu program kerja yang diberi nama KC (KOPECIDA Class). KC merupakan suatu program kerja yang mengajarkan pengetahuan dasar kepada anak-anak di panti asuhan serta mengajarkan kepada mereka tentang pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. KOPECIDA melaksanakan program KC bekerja sama dengan Panti Asuhan Sendoro. Sehingga anak-anak didik dari KOPECIDA adalah anak- anak Panti Asuhan Sendoro.

Ditengah banyaknya masyarakat kota Medan, di panti asuhan ini hanya ada kelompok minoritas yaitu suku tertentu saja  yang akhirnya mempengaruhi cara mereka mempersepsikan sesuatu.  Lingkungan bermain anak panti asuhan Sendoro juga hanya berkisar dalam lingkungan panti dan sekolah saja yang membuat kepekaan mereka akan keberagaman juga terbatas sekali. Untuk itulah intervensi kali ini dilakukan  agar anak-anak Panti Asuhan bisa memiliki pemahaman tentang apa itu keberagaman karena  setiap individu  akan sangat  berguna bila  mereka mengetahui  apaarti keberagaman dalam kehidupannya.

2

Tujuan utama dari pendidikan multikultural adalah untuk menanamkan pemikiran tentang lateral, keanekaragaman dan keunikan untuk dihargai (Hanum, 2010). Pendidikan multikultural penting diberikan kepada anak sejak dini agar anak mampu memahami bahwa di dalam lingkungannya dan lingkungan lain terdapat keberagaman yang akan berpengaruh terhadap tingkah laku, sikap, dan pola pikir manusia sehingga manusia memiliki cara-cara, kebiasaan, aturan bahkan adat istiadat yang berbeda satu terhadap yang lainnya. Apabila perbedaan ini tidak dapat dipahami dengan baik dan diterima, maka konflik dapat dengan mudah terjadi di masyarakat (Hanum, 2010).

Pendekatan kepada anak panti Asuhan sudah cukup lama dilakukan sehingga kerjasama dengan setiap anak sudah terjalin. Setelah hubungan baik dilakukan maka dilakukan kegiatan intervensi dalam meningkatkan kebinekaan dilakukan.  Durasi intervensi dilakukan selama 2 hari tepatnya pada tanggal 4,5 Januari 2017 bertempat di Panti Asuhan. Adapun jumlah anak yang ikut kegiatan ada sebanyak 19 orang. Kegiatan dilakukan dengan permainan, cerita, tayangan film singkat, roleplay. Tidak lupa sebelum dan sesudah kegiatan ada semacam pre post test yang diberikan pada anak-anak, berupa pemahaman tentang wawasan keberagaman yang didisain untuk anak-anak usia sekolah.

Hasil dari pengukuran pre post test mengenai pengetahuan keberagaman adalah sbb:

3

Maka dikatakan bahwa, hasil yang didapatkan dari perbandingan antara pretest dan posttest menunjukkan bahwa intervensi yang  dilakukan kelompok berhasil untuk meningkatkan pengetahuan anak- anak Panti Asuhan Sendoro mengenai pentingnya penghargaan terhadap perbedaan. Hal ini juga bisa dibuktikan melalui evaluasi yang sudah dijelaskan  diatas,  yang  mana  setiap  anggota  kelompok    mengatakan bahwa intervensi yang dilakukan sudah berhasil dan juga berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh anak-anak tersebut setelah mereka mendapatkan materi. Mereka menunjukkan bahwa mereka ingin mengetahui lebih banyak lagi pemahaman mengenai perbedaan yang ada dalam setiap individu.

5

Secara umum anak-anak Panti Asuhan Sendoro sudah tahu tentang  adanya berbagai agama, suku, nama-nama pemuka agama, tempat ibadah yang ada di Indonesia. Selain itu, anak- anak juga sudah lebih memahami bahwa gender dan disabilitas juga bagian dari keberagaman dan mereka juga sudah dapat memahami bahwa dalam menyikapi keberagaman haruslah saling menghargai satu sama lain.

Anak-anak Panti Asuhan Sendoro juga sudah dapat memahami bahwa batak bukanlah sebuah agama melainkan sebuah suku yang mana suku dan agama adalah dua hal yang berbeda. Masih banyak yang perlu dibenahi dari kegiatan ini tetapi paling tidak kegiatan ini sudah bisa dilakukan di berbagai tempat lain dalam rangka menghargai perbedaan budaya sejak dini.

6

 

 

 

 

 

 

 

 

Setiap tahun kegiatan pengabdian masyarakat tetap dilakukan oleh mahasiswa fakultas Psikologi, sebagai bagian dari kegiatan mata kuliah intervensi social.  Ada beberapa kelompok mahasiswa yang diterjunkan ke masyarakat dengan tujuan agar mereka semakin peka dengan masalah di masyarakat dan menumbuhkan semangat untuk berbagi.  Tugas dari dosen adalah melakukan pendampingan agar kegiatan ini berjalan dengan baik dan sasaran intervensi juga bisa dirasakan bermanfaat oleh masyarakat pengguna. Kali ini mahasiswa bekerja sama dengan KOPECIDA (Komunitas Pemuda Cinta Damai Anak Indonesia) .