
Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas merupakan upaya untuk menjawab permasalahan-permasalahan penanggulangan bencana yang sifatnya kontekstual. Bahasan utama konferensi nasional kali ini adalah tentang pemulihan pasca bencana dengan kajian erupsi Gunung Merapi. Pemilihan topik bahasan ini dengan pertimbangan sesuai data yang dihimpun BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) per tanggal 31 Desember 2010 yang menyatakan bahwa kerugian akibat erupsi Gunung Merapi sebesar Rp 3,62 Triliun dan kerusakan yang ditimbulkan meliputi sektor-sektor ekonomi, infrastruktur, perumahan, sosial, dan lintas sektor. Pemulihan pasca bencana membutuhkan perencanaan dan penanganan yang komprehensif karena melibatkan aspek-aspek manusia, lingkungan, sosial, ekonomi serta politik sebagai aset penghidupan, dan diarahkan untuk mengantarkan masyarakat yang tangguh bencana.
Selama ini dipahami bahwa bencana biasanya akan menimbulkan gangguan jiwa, masalah-masalah pada anak, serta banyak hal negatif lainnya. Namun demikian sebenarnya apabila telah dimiliki adanya sikap dan dukungan yang tepat dalam menghadapi bencana maka dampak merugikan akibat bencana akan dapat diminimalisir. Dalam kaitan dengan penanggulangan bencana hal ini berarti bahwa upaya untuk menguatkan faktor protektif dan mengelola faktor risiko akan memperbesar banyaknya anak yang resilien. Sebagai contoh misalnya adalah lingkungan rumah, sekolah, teman sebaya, masjid atau gereja; badan sekolah dan pemerintah daerah; serta nilai-nilai yang disosialisasikan dalam masyarakat. Upaya pemulihan anak pasca bencana sebaiknya melibatkan faktor komunitas agar hasil yang diperoleh lebih efektif dan efisien.

Konferensi Nasional PRBBK VII diikuti oleh sekitar 100 orang peserta dari seluruh wilayah Indonesia yang mewakili berbagai lembaga. Mereka adalah pelaku/praktisi dan peneliti terkait PRBBK, organisasi masyarakat, BNPB, kementerian/lembaga negara terkait, Pemda, LSM Nasional dan Internasional, perguruan tinggi, media, swasta, serta lembaga penelitian. Sebagai salah satu narasumber perwakilan dari perguruan tinggi, staf pengajar Fakultas Psikologi USU yakni Dr. Wiwik Sulistyaningsih, MSi., Psikolog juga turut diundang dalam konferensi tersebut. Makalah dan nara sumber yang diundang ini ditentukan setelah melalui proses seleksi oleh tim penilai. Adapun topik yang dibawakan adalah tentang pemulihan pasca bencana pada komunitas anak. Makalah yang disajikan merupakan kajian psikologis atas pengalaman praktek pendampingan psikososial anak yang telah penulis lakukan di Pariaman pada awal tahun 2010 selepas Gempa Sumatera Barat 30 September 2009.
Penyelenggaraan konferensi ini diorganisir oleh MPBI (Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia) yang berlangsung selama empat hari yakni dari tanggal 5 hingga 8 Desember 2011. Adapun lokasi konferensi adalah di seputaran Gunung Merapi, tepatnya di Shelter Gondang I Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta. Seluruh peserta dan panitia menginap di rumah-rumah penduduk korban erupsi Gunung Merapi, yang hingga saat berlangsungnya konferensi mereka masih bertempat tinggal di rumah hunian sementara.
Unduh materi lengkap : Pemulihan Anak Pasca Bencana oleh Wiwik Sulistyaningsih
Website : http://www.mpbi.org
|
© 2012 University of Sumatera Utara |
Fakultas Psikologi |